Pemkot Bandung Bangun Pusat Budaya Sunda di Cibiru

Monday, 13 Feb 2017
Oleh: Roni
Dibaca 439 kali
 | Sumber: Bag. Humas dan Protokol
Warga Kecamatan Cibiru patut berbahagia sebab tahun ini Pemerintah Kota Bandung akan membangun pusat budaya di kawasan tersebut. Bangunan seluas 5000m2 itu akan menjadi ruang kreatif bagi para seniman dan budayawan setempat.

Konsep arsitektur bangunan dirancang berdesain Julang Ngapak dengan material mayoritas bambu. Suasana khas kampung Sunda akan dihadirkan sebagaimana yang ada di kampung-kampung adat di Jawa Barat. Di arena tersebut, warga tidak hanya bisa menonton pertunjukan tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan para seniman dan merasakan pengalaman membuat kerajinan tematik Sunda.

"Jadi ada lorong kampung, fungsinya menjual produk tradisional UKM, bisa melohat pengrajin menghasilkan karya, diatasnya rumah tradisi arsitektur julang ngapak," jelas Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Senin (13/02/2017).

Selain itu, akan ada pula selasar untuk bazaar dan pameran, padepokan untuk studio latihan, dan tentunya ruang serba guna untuk pertunjukan. Warga bisa datang meramaikan tempat tersebut sekaligus memperkenalkan budaya Sunda lebih dekat ke masyarakat.

Ridwan mengatakan, ia mengkonstruksi bangunan tersebut dalam rangka melestarikan budaya Sunda. Ia juga ingin mendistribusikan aktivitas warga agar tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota. Ia berencana untuk membangun pusat-pusat budaya di wilayah-wilayah.

"Salah satu yang paling siap ada di Cibiru karena lahannya paling siap, di pinggir jalan besar, dan memadai," tuturnya.

Ia mengaku, konsep yang serupa juga sebetulnya akan dilaksanakan di Ujungberung. Hanya saja pembangunan di wilayah tersebut terkendala pembebasan lahan untuk jalan akses masuk. Namun ia mengatakan akan melanjutkan proyek tersebut.

Meskipun demikian, Ridwan tetap berupaya untuk mewujudkan berdirinya sebuah pusat kebudayaan Sunda. Tujuannya bukan semata-mata untuk menarik wisatawan, tetapi lebih kepada ingin meningkatkan eksistensi budaya tradisional di tengah zaman modern ini.

"Kalau menarik wisatawan lebih ke bonus. Tidak ada wisatawan juga kita penting untuk mengajarkan anak-anak kita soal tradisi," ucapnya.

Baginya, pembangunan ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk membangun karakter kesundaan yang kuat pada masyarakat, agar warga Bandung selain modern, kreatif agamis, namun juga tetap berakar pada budaya Sunda.

"Sebab ciri bangsa yang maju menurut saya adalah seimbang antara modernitas dengan tradisi," tandasnya.