RIDWAN KAMIL : SARANA PUBLIK DI KOTA BANDUNG HARUS SELALU DIJAGA

Wednesday, 15 Feb 2017
Oleh: Roni
Dibaca 326 kali
 | Sumber: Bag. Humas dan Protokol
Kemajuan dalam pembangunan ruang terbuka untuk publik membuat sebuah kota akan terlihat indah dan nyaman untuk ditempati, seperti pembangunan sarana dan prasarana publik di Kota Bandung yang merupakan sebuah inovasi bagi masyarakat untuk dinikmati dan dijaga. Pemerintah Kota Bandung melalui program-programnya sudah membangun sebuah konsep penataan kota yang kreatif dan produktif sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat asli kota bandung bahkan turis yang datang ke kota bandung.

Ridwan Kamil dalam sebuah kesempatan mengatakan, Kota Bandung ini merupakan kota wisata yang memiliki banyak tempat yang menarik bagi turis lokal dan internasional. Pemerintah Kota Bandung sendiri sudah sering melakukan pembangunan sarana publik yang dapat dirasakan oleh masyarakat kota bandung maupun luar kota bandung. Namun, sekarang saatnya peran dari masyarakat dan turis untuk menjaganya.

"Kota bandung di bangun dari uang rakyat yang kami kelola juga untuk rakyat. Melalui pembangunan sebuah sarana publik, saya berkeinginan menciptakan sebuah kebahagiaan bagi masyarakat kota bandung. Kita bandung merupakan kota wisata, setiap hari banyak turis yang datang. Apa lagi pada saat weekend kota ini akan dipenuhi oleh pelancong yang ingin menikmati keindahan dan keramahan kota kembang. Namun, alangkah baiknya harus ada peran masyarakat dan turis luar untuk menjaganya supaya dapat dinikmati sampai anak dan cucu kita," tuturnya.

Perkataan Ridwan Kamil ini disampaikan usai memimpin gelar pasukan Satpol PP di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (14/02/2017).

Selain itu, Ridwan Kamil mengucapkan pemerintah kota bandung sudah menyiapkan sebuah tim untuk mengamankan kota bandung. Dirinya sudah berkordinasi dengan Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) yang dibantu oleh 350 anggota Santuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) untuk menjaga ketertiban dan keamanan kota bandung.

"Untuk menjaga semua itu, saya sudah berkordinasi dengan Satpol PP yang dibantu 350 anggota Satlinmas dikarenakan anggota satpol PP tidak cukup untuk dapat mengkondisikan jika ada hal yang tidak diinginkan, saya juga sudah meminta kepada komandannya untuk bersikap tegas supaya tidak ada konflik, kuncinya dengan cara turun langsung kejalan bagi setiap komandan agar tau apa yang terjadi ," ujarnya.

Wali Kota yang sering disapa Emil ini mengucapkan mengenai potensi pemungutan liar di kota bandung, ia sudah membentuk tim cyber pungli untuk menghalangi dan memberantas potensi-potensi pungli disebuah instansi tertentu. "Masalah pungli, saya sudah bentuk tim cyber pungli. Tim ini bertugas menghalangi terjadinya dan memberantas oknum-oknum yang melakukan pungli disebuah instansi tertentu," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Ridwan Kamil juga menghimbau secara keras bagi oknum-oknum yang membuang sampah sembarangan dan merusak sarana publik dengan mengibaratkannya dengan "Jari Tengah". Jari tengah sendiri ialah sebuah simbol kemaran dalam diam atau sebuah reaksi kemarahan namun sudah bosan untuk meluapkannya, bukan sebuah ujaran kebencian yang sering disalah oleh kebanyakan orang.

"Saya sangat tidak suka dengan orang-orang yang hobinya merusak sarana publik dan membuang sampah sembarangan. Perumpamaan jari tengah itu ialah simbol kemarahan dalam diam yang saya tunjukan kepada oknum-oknum yang merusak keindahan kota bandung, kota ini sudah dibangun susah-susah untuk masyarakat, mari kita jaga bersama-sama supaya kota ini akan terus terasa nyaman," pungkasnya