DUA KONSEP PEMBANGUNAN WILAYAH (LIMA JARI DAN GERAKAN INFAQ DAN SHODAQAH)

Wednesday, 15 Feb 2017
Oleh: Roni
Dibaca 232 kali
 | Sumber: Bag. Humas dan Protokol
Diawali apel pagi di Kantor Kecamatan Batununggal, Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial memberikan arahan kepada aparatur dan elemen kewilayahan kecamatan Batununggal, Selasa (14/2/2017). 

Dalam arahannya saat apel pagi Oded menyampaikan, untuk membangun kewilayahan diperlukan tiga pilar agar pembagunan tersebut berhasil, diantaranya inovasi, kolaborasi dan disentralisasi. 

"Tiga pilar tersebut menjadi penguatan kita khususunya di kewilayahan. Oleh karena itu kebersamaan harus terjaga agar pembangunan di wilayah Batununggal bisa berhasil sesuai yang diharapkan,"jelasnya. 

Lanjutnya selain tiga pilar, konsep pembangunan wilayah pun ada pada 5 jari di tangan. Setiap jari memiliki arti yang bermakna dalam sebuah pembangunan. 

"Jempol sebagai simbol pemimpin, telunjuk menyimbolkan pengusaha, jari tengah sebagai tokoh masyarakat, jari manis simbol pemuda dan kelingking sebagai simbol ibu ibu penguat sekaligus pembantu di setiap kewilayahan. Nah jari tersebut memberi arti bahwa setiap pemimpin harus biss merangkul elemen masyarakat agar suatu pembangunan berjalan lancar,"tuturnya. 

Usai memimpin apel, lanjut Oded memberikan arahan di Aula Kantor Kecamatan Batununggal. Dalam arahannya ia menyampaikan, sebuah konsep membangun kecamatan mandiri yaitu terbagi dalam dua cara, Top down dari atas dan Botton Up dari bawah. 

"Jika top down bisa dicontohkan seperti PIPPK (Program Inovasi Pembangunan Pemberdayaan Kewilayahan) yang digagas oleh Pemerintah. Jika Botton Up seperti Infaq dan Shadaqoh, yaitu keikhlasan warga memberikan sebagian rezekinya untuk pembangunan maupun kepentingan di wilayahnya. Apabila dilaksanakan dengan dua arahan tersebut saya yakin pembangunan di kota Bandung yang diawali setiap kewilayahan pasti cepat suksesnya,"ujar Oded.

Menurutnya konsep gerakan Infaq & Sodakoh di setiap RW, memberikan kesadaran untuk warganya bahwa pembangunan di wilayah tidak lain dan tidak bukan untuk warga itu sendiri. 

"Jadi konsep seperti ini menurut saya sudah tepat. Sumbangannya dari warga dan hasil pembangunan pun untuk warga. Jadi kita memberikan infaq dan sodakoh itu tidak rugi, karena hasilnya bisa kita rasakan,"jelasnya.

Oded berpesan, agar setiap unsur kewilayahan bisa merangkul, membina, memberikan edukasi agar wilayahnya menjadi baik. 

"Khusunya untuk pemimpin seperti pak camat, harus sering membina dan memberikan edukasi kepada warga, hal itu penting karena masyarakat memerlukan pemimpin yang bisa merangkul warganya agar wilayahnya menjadi lebih baik,"pungkas Oded. 

Usai memberikan arahan dilanjut dengan Penyerahan secara simbolis Roda Baso Tahu dari unsur Pengusaha Garansi (Gabungan Rekanan Kontruksi Indonesia) di wilayah kecamatan Batununggal Bapak Usep kepada petugas Gober Kecamatan Batununggal Bapak Epi.