PEMERINTAH KOTA BANDUNG AKAN MENGADAKAN ACARA #BDGHANTAMHOAX

Friday, 17 Feb 2017
Oleh: Roni
Dibaca 294 kali
 | Sumber: Bag. Humas dan Protokol
Dengan berkembangnya teknologi, masyarakat disuguhi dengan konten-konten pemberitaan di media sosial. Salah satu dampak buruk dari sebuah kemajuan teknologi ialah banyaknya tumbuh sebuah pemberitaan palsu yang memecah belahkan sebuah tatanan masyarakat.

Berita hoax sangat mudah dijumpai dalam keseharian masyarakat sekarang. Isu anti hoax sudah menjadi permasalahan dunia, tidak hanya di Indonesia khususnya di Kota Bandung saja. Masyarakat dibodohi oleh pemberitaan palsu atau yang lebih dikenal dengan berita hoax.

Terpilihnya Kota Bandung sebagai tuan rumah pertemuan penyiaran dunia atau dikenal dengan sebutan Internasional conference media world harmony and the 5th annual meeting of ibraf yang akan digelar di Kota Bandung 21-23 Februari 2017 mendatang. Dalam menyambut acara tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Humas Kota Bandung mengagaskan sebuah kegiatan dengan tujuan untuk melawan pemberitaan hoax dengan mengusung tema "Mari Melawan Hoax dengan Akal Sehat #BDGHantamHoax.

Acara ini sebagai pra-event dari IBRAF yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2017 di Alun-alun Kota Bandung. Kota bandung sendiri sekarang sedang mendeklarasikan untuk perang melawan pemberitaan hoax. Aksi ini akan melibatkan semua komponen masyarakat supaya menjadi bagian dari sebuah aksi nyata melawan kejahatan hoax.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto di Balai Kota Kamis (16/2/17). Menurutnya, acara ini sebagai bentuk perlawanan isu internasional yang saat ini sangat merugikan semua orang.

" Hoax ini merupakan isu internasional, tidal hanya di Indonesia khususnya kota bandung. Namun, isu ini sudah membuat masyarakat resah dan dapat memecah belahkan hubungan antara manusia dengan manusia," tuturnya.

Lanjutnya, sekda mengatakan isu ini sudah mendapat perhatian dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Menurutnya hoax ini harus diberantas karena merugikan semua kalangan. Maka dari itu, Kota Bandung menindak lanjuti harapan Presiden untuk bersama-sa melawan hoax dengan aksi #BDGHantamHoax.

"Isu ini sudah menjadi sorotan dari Presiden Joko Widodo, maka dari kita selaku Pemkot Bandung menindak lanjuti harapan dari bapak presiden untuk bersatu melawan kejahatan hoax dengan membuat sebuah aksi yang kita namakan #BDGHantamHoax," ujarnya.

Selain itu, sekda menambahkan pihaknya sudah bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menyukseskan acara ini. Semua komponen masyarakat akan mengambil bagian dalam aksi ini. " kami sudah bekerja sama dengan KPI untuk menyukseskan acara #BDGHantamHoax dan kami mengundang semua komponen masyarakat untuk menjadi bagian dari aksi ini. Karena, andil masyarakat akan memperkuat kita semua dalam memberantas isu hoax," imbuhnya.

Acara yang akan diselenggarakan dari pukul 08.30 ini turut mengundang Wali Kota Bandung M.Ridwan Kamil, Ketua KPI Yuliandri Darwis, Rektor Universitas Padjadjaran Tri Hanggono Achmad, Ketua PARFI Marcella Zalianty, unsur muspida dan masih banyak lagi pihak yang akan memeriahkan acara tersebut.

"Kami akan mengundang Wali Kota Bandung Ketua KPI, Rektor Unpad, Ketua PARFI, unsur muspida dan masih banyak lagi pihak yang akan memeriahkan dan menyukseskan acara ini. Untuk pembawa acaranya sendiri akan dipimpin oleh farhan dan anarima," katanya.

#BDGHantamHoax ini akan menyuguhkan beberapa rangkaian acara, seperti aksi gerakan (koreografi) sebagai simbol #BDGHantamHoax, penandatanganan Giant Ballon sebagai komitmen bersama untuk memerangi hoax, selanjutnya prosesi ceremonial di tandai dengan menggelindingkan Giant Ballon ke arah pin bertulislan HOAX dan di akhiri dengan selfi bersama yang dipimpin oleh Wali Kota Bandung M.Ridwan Kamil.

Sekda berharap melalui acara ini masyarakat akan sadar mengenai bahayanya pemberitaan hoax. Dan Kota Bandung akan membangun media yang positif.

"Semoga melalui acara ini masyarakat bisa lebih peka dan sadar akan bahayanya pemberitaan palsu atau hoax dan bisa sama-sama untuk melawan hoax. Tujuan akhir dari acara ini ialah supaya masyarakat dapat mengkonsumsi berita yang benar sehingga media menjadi pencerah bukan pemecah belah. Karena media layaknya menyaring sebuah informasi sebelum diberitakan kepada khalayak," pungkasnya.