DPKP3 (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Prasarana Sarana Utilitas Pertanahan dan Pertamanan) MENATA ESTETIKA KOTA BANDUNG DALAM SATU DINAS

Friday, 17 Feb 2017
Oleh: Roni
Dibaca 560 kali
 | Sumber: Bag. Humas dan Protokol
Pesatnya proses pembangunan yang berlangsung di Kota Bandung terutama pada sisi Estetika ( Keindahan ) membutuhkan adanya suatu lembaga atau Dinas yang secara terpadu dapat menangangi perawatan serta pemeliharaan tersebut.

Dengan di berlakukannya SOTK ( Susunan Organisasi dan Tata Kerja ) 2017 yang baru , penanganan Estetika tersebut ada di bawah DPKP3 (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Prasarana Sarana Utilitas Pertanahan dan Pertamanan.

Dalam  DPKP3 terdapat 5 Bidang yang menangani langsung sektor- sektor vital berkaitan dengan Estetika Kota , hal tersebut dikatakan oleh Kepala DPKP3 Arief Prasetya dalam Kegiatan Rutin Mingguan Bandung Menjawab di Media Loung Balai Kota Bandung , Kamis (16/02).

“ DPKP3 dibagi menjadi 5 bidang vital yaitu ; Perumahan, Pemukiman, Prasarana dan sarana Utilitas, Pertanahan dan Pertamanan  dengan dibantu oleh 5 UPT yang belum dilantik   (Unit Pelayanan Teknis)  Sebagai koordinator dan pelaksana di Lapangan, yaitu UPT Tegalega , UPT Pembibitan , UPT Pengelolaan Rusun , UPT sarana prasarana pertamanan dan UPT Peninjauan dan pengendalian pohon ” paparnya.

Arief menerangkan pada bidang- bidang tersebut berkoordinasi langsung sesuai dengan kebutuhan kinerja dengan UPT sesuai jenis pekerjaannya atau kegiatan lapangannya.

“Kalo misalnya Bidang Pertamanan butuh menyiram taman , mereka akan melakukan order untuk nyiram taman ke UPT Sarana Prasarana Pertamanan untuk mengirim mobil Tangki ke lokasi kegiatan,” terangnya.

Untuk tugas utama dari bidang-bidang Arif juga menjelaskan tidak berbeda seperti pada Dinas sebelumnya karena DPKP3 merupakan gabungan Dinas Pertanahan   dengan Pertamanan , seperti contoh pada  Bidang Perumahan menangani pekerjaan Rumah Deret, Apartemen Rakyat, Rutilahu dan Perumahan formal, sedang Bidang  Kawasan Pemukiman hanya memperbaiki fasilitas Permukiman seperti Drainase , Air Kotor  , Jalan di Pemukiman.

“ Untuk Sifat pekerjaan tidak jauh berbeda Cuma digabung saja , nah untuk penanganan Jalan itu yang Lebar di bawah 3 meter kalo diatas itu tugas DPU (Dinas Pekerjaan Umum) dan untuk drainase yang berukuran lebar dibawah 30 cm , sedang untuk Air Kotor kita akan kerjasama dengan PDAM,” jelasnya.

Pada Bidang Perumahan Arief menambahkan bahwa saat ini sedang melaksanakan proses Penjajakan dengan kewilayahan berkaitan dengan pembangunan Rumah Deret Taman Sari.

“ untuk Rumah Deret sudah dianggarkan sebesar 120 Miliar dengan kapasitas 100 KK dan saat ini sedang dalam proses penjajakan dengan Kewilayahan Camat dan Lurah , sedang untuk Relokasi akan di gunakan alternatif lokasi yang terdekat atau ke Rancacili karena Rusunawa Cingised sudah Penuh,” Paparnya.

Menyambung penjelasanannya Arief memaparkan untuk Bidang Sarana dan Prasarana Utilitas hanya menangani Kawasan Pemukiman yang sudah ada atau Komplek Perumahan yang sudah ada , Bidang ini melaksanakan pengecekan Wasdal (Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan)  yang dijanjikan Developer apakah udah ada atau belum serta memelihara atau membangun Estetika pada Kawasan Permukiman tersebut.

“ Kita akan cek apakah Developer yang membangun ada komitmen mengenai Wasdal atau tidak , apabila ada kita cek dan apabila tidak ada komitmen kita akan berembuk untuk pengadaan Wasdalnya ,” katanya.

Berkaitan dengan Bidang Pertanahan Arif menerangkan bidang ini memfasilitasi kebutuhan lahan bagi Pemerintah Kota bandung serta melaksanakan pengelolaannya, baik dalam hal pendataan nya dan pengelolaan lahan Pemerintah yang di sewa oleh Masyarakat sebagai Hunian atau Tempat Usaha.

“ Kota Bandung memiliki aset lahan  sebanyak 11.160 titik dengan luas 1 juta Hektar , kebanyakan lahan tersebut ditempati oleh warga dengan status sewa Hunian atau lahan Usaha , untuk sementara ini bila akan melaksanakan pembayaran atau pengurusan sewa Lahan akan dibuka pada tanggal 20 Februari 2017 di Kantor DPKP3 yaitu di Jl. Caringin No 103,” tegasnya.

Untuk pendapatan dari Lahan Sewa Arief mengatakan DPKP3 mendapat target untuk Tahun 2017 sebesar 23 Miliar.

“ Target Tahun 2017 ini kita akan mendata lahan lahan sewa dan menagih yang menunggak, karena kebanyakan  warga yang menempati lahan sudah terlalu lama dan tidak tahu bahwa hunian mereka adalah lahan sewa, selain itu Perwal Sewa Lahan masi menggunakan Perwal Lama sehingga banyak penyewa lahan menyewakan lagi kepada orang lain,” jelasnya.

Lebih Lanjut Kadis DPKP3 menjelaskan pada Bidang Pertamanan menangani Perawatan – perawatan, Pembangunan  Taman Tematik di Kota Bandung , pembangunan Taman – Taman RW serta menyelesaikan penataan taman -taman yang belum tertata.

Menyambung penjelasan Bidang Pertamanan Arief Memaparkan berkenaan dengan anggaran dari 6 Taman yang di ajukan hanya 4 yang di Setujui yaitu Revitaslisasi Tegalega sebesar 13,8 Miliar , Revitalisasi Babakan Siliwangi sebesar 14 Miliar, Pembangunan Alun-Alun Cibiru sebesar 10 Miliar dan Pembangunan Alun – alun Cicendo sebesar 10 Miliar.

“ Untuk Revitalisasi Tegalega baru selesai Tahap 1 yaitu Pembangunan Fasilitas Bermain dan Estetika Taman akan dibuka untuk umum pada Tahap 2 , Untuk Babakan Siliwangi Baru selesai  tahap 1 yaitu Pembagunan Skywalk dan Parkir kendaraan , untuk tahap 2 akan dibangun penuntasan Skywalk samapi Pintu Taman Hutan Kota,” Pungkasnya.