SHOLAT SUBUH BERJAMAAH SEBAGAI PEMBANGUNAN NON FISIK

Monday, 20 Mar 2017
Oleh: miftah
Dibaca 115 kali
 | Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika


Pembangunan Kota Bandung yang melaju Pesat bukan semata mata hanya dibangun daei sisi Fisik tetapi tidak lepas dari Pembangunan Non Fisik yang salah satunya adalah pembangunan Mental dan Spiritual dari Masyarakatnya.

Demi mewujudkan paripurnanya Pembangunan Sisi Non Fisik dari Masyarakat Kota Bandung ,Walikota Bandung M Ridwan Kamil rutin Melaksanakan Kegiatan Shalat Shubuh Bersama Warga yang pada Hari Minggu ,(19/03) ini dilaksanakan di Masjid Al Kahfi ,Komplek Bumi Adipura I Kecamatan Gedebage Kota Bandung.

Dalam ceramah Shubuh nya Walikota Bandung yang gemar Berpeci dan akrab di sapa Kang Emil ini mengawali dengan menyampaikan bahwa Nilai Kebahagiaan yang paling tinggi di Kota Bandung adalah berasal dar Keharmonisa Keluarga.

" Tingkat kebahagian yg paling tinggi di Kita Bandung menurut survey  adalah keharmonisan keluarga dan semakin banyak keluarga harmoni di Kota Bandung maka semakin tinggi Indeks Kebahagiaan di Kita Bandung," ucapnya.

Emil juga menambahkan di Kota Bandung yang mayoritas warganya berusia muda harus dapat memulai aktivitasnya dengan Shalat Shubuh.

"Kota Bandung adalah Kota  pemuda karena dari 2,4 juta warganya  60 persen dibawah 40 tahun dan mereka yang harus bisa memulai Aktivitasnya dengan ShalatShubuh Berjamaah," tegasnya.

Ia juga menambahkan sebelum menjadi pemimpin di masyarakat seseorang harus bisa menjadikan keluarganya harmonis dahulu sebelum memimpin ummat di masyarakat.

"Keharmonisan keluarga dimulai dari keteladanan kepala keluarga sebagai pemimpin di rumah Sebelum memimpin di masyarakat atau ummat nantinya ," jelas Emil.

Sebagai Pemimpin dalam masyarakat Emil mengatakan yang menjadi tolak ukur adalah adil dan dalam hal itu ia menambahkan pada 1 tahun terahir dirinya telah mengambil 2000 keputusan dengan di musyawarah kan se adilnya.

" Untuk memutuskan agar subuh berjamaah adalah salah satu program pemerintah adalah didasari oleh keinginan menyeimbangkan dunia tapi dengan tujuan akhirat di menangkan," tegasnya.

MembangunTaman bagi masyarakat dan mendirikan Shalat subuh sebagai Prigram Pemerintah adalah salah satu cara dalam mewujudkan amanah (kepercayaan) dan istiqomah (konsistensi) pada Masyarakat dalam memimpin.

"Kunci pemimpin adalah kepercayaan dari masyarakat yang dibangun dari konsistensi dalam melayani dan memberikan semua usaha yang terbaik bagi warga," ujarnya.

Emil juga memaparkan ia selalu berusaha juga membangun dari Sisi Non Fisik bagi masyarakat Kota Bandung dan dirinya juga sudah menganggarkan 6 miliar Tahun Ini untuk maghrib mengaji yang akan digunakan untuk kesejahteraan para Guru mengaji.

"Tidak semua anggaran untuk Fisik , kita sudah merencakan anggaran untuk Maghrib Mengaji agar kita sebagai org tua lega karena anak- anak kita secara mental spritual terbimbing ," paparnya.

Ia juga menambahkan Menurut penelitian Warga Jawa Barat  yang mayoritas pengguna Smartphone menghabiskan rata-rata 3 jam dalam sehari untuk bersosialisasi di Media Sosial, sedangkan untuk melaksanakan shalat cuma membutuhkan waktu 10 menit saja.

"Trend Digital yang sangat menggeser Media Massa Konvensional dari Media Cetak hingga Televisi sangat berpengaruh pada Aktivitas Warga saat ini," ujarnya.

Dengan banyaknya waktu yang di lakukan warga untuk bersosialisasi menggunakan Smartphone maka akan di programkan sosialisasi dan memotivasi agar memperbanyak dakwah digital bagi para Ulama karena sudah jelas trendnya dunia digital sangat menggeser media massa lain.

"Titip untuk ulama yg muda agar lebih serius dengan mendigitalkan dakwah-dakwah yg ada sehingga dari 3 jam aktivitas warga tersebut terisi oleh ibadah juga," tegasnya.

Berkaitan dengan Media Sosial Emil juga menyarankan pada warganya agar Banyak Tabayyun (memahami dulu permasalahannya) dalam mengkosumsi informasi di media Sosial karena di tahun 2016 saja ada 3700 berita bohong dibuat untuk mengelabui masyarakat dan memecah belah kerukunan Umat Beragama.

" Saya Berharap masayarakat Kota Bandung khususnya gedebage harus Tabayyun , jangan percaya dulu kalau baca berita di Medsos , bertanya dulu,cek dulu keabsahannya  baru merespon dengan cara yang bijak dan Intelektual," tegasnya.

Lebih Lanjut Walikota Bandung yang humoris ini menambahkan bahwa Habluminannaas dan Habluminnallah itu juga perlu di iringi dengan toleran dan bersikap Baik pada lingkugan hidup dan Aturan.

" Jangan hanya terlihat sholeh di masjid saja tetapi  jaga perilaku setelah keluar dari masjid , tetap jaga kualitas mental dan intelektual dan yang tidak kalah penting, urusan kebersihan harus diperhatikan bukan karena pilihan tetapi sebagai kebutuhan ," ucapnya.

Ia berharao warga mau Bekerja bukan untuk pujian atau penghargaan tapi untuk kebutuhan karena memang dipandang perlu agar lebih baik, sehingga dalam kondisi apapun hasil yang diperoleh adalah hasil dari usaha yang optimal.

" Contoh Adipura, kita bekerja keras bahu membahu karena kebutuhan dan karena kalo untuk kebutuhan maka kerja kita akan sekuat tenaga mematuhi serta membantu mewujudkan apa yang kita inginkan," tegas Emil.

Menutup Ceramahnya Emil mengingatkan penghargaan yang diterima Kota Bandung sudah 200 lebih Baik dari dalamdan Luar Negeri dan dari 500 Kota Kabupaten di Indonesia Kota Bandung mendapat Ranking 1 dalam Banyak Hal , ini karena warga mau berkolaborasi membangun baik secara Fisik maupun Non Fisik sehingga Pembangunan Lancar dan Sinergi.

" Jagalah Perilaku terhadap aturan dan selalu ikuti aturan yang ada selain itu juga jangan hanya secara spritual baik tapi harus jadi warga yang baik di Masyarakat  Khairunnas anfa’uhum linnas, " Tutup Emil.