WALI KOTA BANDUNG MERESMIKAN PEMBANGUNAN TIRTAWENING DISCOVERY PARK

Monday, 20 Mar 2017
Oleh: miftah
Dibaca 55 kali
 | Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika


Wali Kota Bandung M.Ridwan Kamil mengatakan, Tirtawening Discovery Park merupakan sebuah pemanfaatan lahan yang digagas oleh PDAM Tirtawening Kota Bandung dan Pemerintah Kota Bandung sebagai destinasi wisata baru yang berbasis ilmu pengetahuan dan digital yang didesain menyerupai taman dengan fasilitas yang menunjang masyarakat Kota Bandung untuk berlibur.

"Tirtawening Discovery Park akan menjadi destinasi baru yang dibuat di Kota Bandung, dengan tujuan memanfaatkan lahan kosong milik PDAM yang sebenarnya sangat berpotensi dan bisa dibuat sebagai tempat wisata yang mengedukasi karena berbasis ilmu pengetahuan dan digital," tuturnya.

Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bandung M.Ridwan Kamil saat meresmikan dan peletakan batu pertama pembangunan Tirtawening Discovery Park dikawasan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung, Jalan Badaksinga, Kota Bandung, Jum'at (17/03/2017).

Tirtawening Discovery Park sendiri terdiri dari  Discovery World, Taman Temarik dan Gedung Parkir dengan daya tampung mencapai 500 mobil dan 1000 motor. Wali Kota Bandung menargetkan untuk pembuatan Taman Tirtawening penyelesaiannya selama 6 bulan dan untuk gedungnya tahun 2018 sudah harus bisa digunakan.

"Ditempat ini akan dibangun Discovery Park, Taman Tematik sendiri dan sebuah gedung parkir yang dapat menampung 500 slot mobil dan untuk motor mencapai 1000 sehingga nanti pengunjung tidak akan kesulitan mencari tempat parkir saat ingin berlibur kesini. Untuk targetnya sendiri saya ingin dalam waktu 6 bulan tamannya sudah selesai dan untuk gedung tahun depan harus bisa dipakai," katanya.

Email menambahkan, Lahan-lahan BUMD tidak boleh ada yang nganggur, sebanyak lebih dari 100 aset milik PDAM belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu Pemerintah Kota Bandung bersama PDAM akan melakukan banyak inovasi sehingga yang dulunya lahan mati akan dihidupkan kembali.

"Bayangkan saja jika 1 aset kita kelola dengan baik akan menghasilkan banyak keuntungan, apa lagi kalau 100 aset tersebut kita jadikan sebuah tempat yang memiliki nilai ekonomis. Memubazirkan sebuah lahan yang memiliki potensi, maka dari itu, saya gagas aset-aset BUMD ini harus diaktivasi supaya bermanfaat bagi masyarakat Kotq Bandung. Jangan sampai seperti lahan yang di maribaya karena tidak diberdayakan sekian lamanya sehingga digugat karena diaku oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.

Namun inovasi ini tidak akan mengganggu fokus utama dari PDAM Tirtawening sebagai Perusahaan Daerah yang bekerja melayani pasokan air kepada masyarakat. Selain itu, Emil memiliki ide untuk membentuk tim yang secara khusus mengelola aset-aset dari PDAM.

"Tetapi kondiai ini, tidak akan mengganggu tugas utana dari PDAM sebagai Perusahaan Daerah yang bertanggung jawab mengelolaan air minum, air bersih dan air limbah, dari sini saya menjadi kepikiran untuk membuat tim khusus mengelola aset-aset PDAM," jelasnya.

Proyek yang memakan biaya mencapai 500 Milliyar ini diperuntukan untuk aktivitas publik yang dapat disewa ataupun dikerjasamakan jika ada pihak yang ingin memberdayakan tempat tersebut.

Emil menambahkan, berkaca dari keberhasilan Taman Sejarah, maka dari itu, akan dibuatkan kolam air dangkal untuk anak-anak bermain air, sehingga mereka memiliki banyak pilihan untuk berlibur saat weekend di Kota Bandung dengan gratis tanpa harus mengeluarkan uang sepersenpun. Tidak hanya itu rencananya akan dibuatkan perpustakaan untuk mengedukasi masyarakat bahwa berlibur sambil berlanjar di Kota Bandung sangat mudah dijumpai.

"Eksperimen Taman Sejarah itu sangat berhasil, banyak masyarakat yang senang dengan aneka fasilitas yang tersedia disitu, seperti kolam kecil yang menjadi primadona anak-anak untuk bermain air, makanya kami akan membuat kolam serupa disini untuk anak-anak. Kenapa kolam dangkal, karena kalau kolamnya dalam saya kira orang tua mereka akan ikut bermain air juga," jelasnya.

Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sony mengatakan, sejak 2016 PDAN sudah mengoptimalkan aset-aset milik PDAM yang belum digunakan, termasuk rumah dinas miliknya, ia sewakan untuk mendapatkan pemasukan lebih bagi PDAM hingga 1 Milliyar untuk pembangunan mesjid.

"Sejak 2016 kita sudah berusaha mengoptimalkan aset milik kita, termasuk rumah dinas saya, saya sewakan mencapai 1 Milliyar yang akan digunakan untuk membangun sebuah mesjid," imbuhnya.

Selain itu, Sony memaparkan kinerja perusahaan yang ia pimpin menajak naik pada tahun 2017 labanya diatas 40 Milliyar yang pada tagun sebelumnya hanya mendapatkan 10 Milliyar saja. Selain itu, pada tahun 2017 PDAM memiliki banyak program salah satunya akan membuat 700 sambungan yang merupakan bantuan dari Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Semakin sini, PDAM semakin menaik, dapat dilihat dari labar yang kita dapatkan pada tahun ini diatas 40 Milliyar padahal pada tahun lalu hanya mendapatkan dibawah 10 Milliyar. Banyak program yang akan kita lakukan pada tahun 2017 diantaranya kita akan membuat 7000 sambungan dsri bantuan Mentri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat hasil dari lobi-lobi kita," paparnya.