METRO KAPSUL AKAN MENJADI KEBANGGAAN KOTA BANDUNG

Monday, 20 Mar 2017
Oleh: miftah
Dibaca 174 kali
 | Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika


Wali Kota Bandung M.Ridwan Kamil merasa bersyukur, karena mimpi panjang mengenai transportasi masal yang modern LRT akan segera tersedia di Kota Bandung dengan beberapa jalur diantaranya jalur satu yang menghubungkan Sabuga yang berada di utara dengan leuwih panjang yang berada di selatan sudah siap dengan LRT bikinan anak bangsa dengan nama metro kapsul.

"Alhamdulillah mimpi panjang kita selama ini mengenai model transportasi masal modern yang dinamakan LRT sudah semakin dekat, dengan salah satunya menghubungkan Sabuga yang berada di utara dengan lewih panjang yang berada di selatan, yang patut dibanggakan LRT ini asli buatan anak negeri ini," ucapnya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung M.Ridwan Kamil saat diwawancara Metro TV di lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Jalan Badaksinga, Kota Bandung, Jum'at (17/03/2017).

Lanjutnya Emil mengatakan, biaya produksi yang dikeluarkan jauh lebih murah, karena 95% kontennya asli Indonesia. Dibandingkan dengan LRT yang di Jabodetabek anggarannya lebih hemat 70%.

"Kalau di Jabodetabek atau di Palembang jalur LRT perkilo meter bisa menghabiskan biaya mencapai 400 sampai 500 Milliyar, kalau metro kapsul ini hanya 150 Milliyar perkilo meter, jadi hanya 1/3 dari harga LRT yang biasanya," ujarnya.

Emil sudah berkomunikasi dengan presiden Joko Widodo mengenai Metro Kapsul ini, dan respon dari Joko Widodo sendiri sangat antusias dengan transportasi masal modern yang dibahan-bahannya dan pekerjanya berasal dari dalam negeri.

"Saya sudah berbicara dengan Presiden Joko Widodo, dan alhamdulillah beliau sangat antusias dengan metro kapsul, baginya ini sangat membanggakan, karena segala sesuatunya berasal dari dalam negeri," imbuhnya.

Selain itu, Emil mengatakan jika tidak ada halangan dua bulan kedepan pekerjaan LRT ini akan segera dimulai dijalur tengah terlebih dahulu karena lebih mudah dari stasiun Bandung menuju Alun-alun Kota Bandung, setelah 6 bulan kemudian akan dilanjutkan dengan jalur Alun-Alun Bandung menuju Tegalega.

"Jika tidak ada halangan, dua bulan dari sekarang akan dimulai proses pekerjaannya. Dimulai dari yang termudah dulu dari jalur stasiun menuju Alun-alun, terus setelah 6 bulan kedepan dari Alun-alun menuju tegalega," ucapnya.

Emil merasa optimis dengan LRT buatan anak bangsa ini karena akan meringankan biaya ongkos. Masyarakat hanya perlu mengelurkan sekitar 700 sampai 12000 saja. Tidak hanya itu, beban kepada APBN dan APBD jika ada akan sangat ringan.

"Keoptimisan ini muncul karena akan meringankan biaya ongkos bagi masyarakat karena semuanya berasa dari dalam negeri, selain itu jika ada beban dari APBD dan APBN akan sangat ringan, karena 70% yang dulunya membebani negara akan hilang," jelasnya.

Diharapkan adanya LRT tersebut akan mempermudah masyarakat dalam menikmati fasilitas transportasi masal di Kota Bandung. Sehingga perekonomian masyarakat Kota Bandung juga akan semakin naik karena waktu dan biaya yang diperlukan jika memakai metro kapsul akan sedikit.