LAHAN KOSONG JADIKAN NILAI EKONOMI DAN SOSIAL

Monday, 07 Aug 2017
Oleh: miftah
Dibaca 218 kali
 | Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika

Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil meresmikan pembangunan masjid dan lapang futsal di kompleks Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung, Jumat (4/8/2017).

Emil sapaan akrabnya bersama Dirut PDAM Tirta Wening Sonny Salimi, usai melaksanakan sholat Jumat, kemudian ke lokasi pembangunan masjid sekaligus meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid tersebut.

Masjid yang tepat berada di jalan Badak singa no 10 ini memiliki luas sebesar 350 m2.

Adapun rencana pembangunan untuk lantai pertama masjid diantaranya, Mainentrance masjid, teras masjid, ruang serbaguna, kolam, minaret, area wudhu, toilet, ruang dkm, area shalat Outdoor, epicentrum. Untuk lantai 2 pun hampir sama, hanya tidak ada ruang dkm saja.

Usai groundbreaking, lanjut peresmian Lapang Futsal ditandai dengan tendangan penalty, Dirut PDAM sebagai penjaga gawang dan kang Emil yang mengeksekusi bola.

Setelah peresmian Lapang, dilanjutkan dengan peresmian Foodcourt Banyu Leisure yang masih dalam kompleks PDAM, ditandai dengan pelepasan burung merpati.

Dalam kesempatannya, kang Emil menyampaikan, kota yang bahagia fasilitas nya pun bisa di rasakan oleh masyarakat.

"Pertama yaitu memuliakan masjid. Terus tingkatkan kualitas dan kapasitas mudah mudahan secepatnya bisa selesai,"ujarnya.

Ditambahkan Emil, untuk olahraga pun PDAM menyediakan lapangan futsal,  "Bangun jiwanya dan bangun badannya seperti Indonesia raya. Maka lapang ini kita manfaatkan untuk olahraga agar tubuh kita menjadi lebih sehat"tutur Emil.

Lanjut, untuk pemanfaatan aset, BUMD Kota Bandung ini memiliki aset yang tidak diberi suntikan nilai tambah.  "Baik PDAM, PD pasar, BPR itu memiliki lahan.

Saya titip khusus PDAM karena jumlah aset tanah paling banyak, tidak boleh mubazir. Itulah saya keluarkan Perwal, agar tidak ada lahan yg kosong. Silahkan dimanfaatkan, kepentingan ekonomi, lingkungan, sosial. Prinsip segitiga suistainable development. Ga di bangun besar, cukup seperti ini ramah lingkungan dan nilai ekonomi dan sosial,"ujarnya.

Emil pun menitipkan agar aset PDAM yang lainnya segera dikonsep, sehingga PDAM jadi perusahaan yang luar biasa. Baik pelayanan maupun bisinis lainnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Wening Sonny Salimi menyampaikan, sesuai dengan Perwal (peraturan wali kota) memberikan peluang BUMD harus optimalkan aset yang kosong.

"Nah sekarang ini PDAM membuktikan dan sanggup mengimplementasi kebijakan walikota, dalam tahun ini kita sudah manfaatkan aset yang kosong menjadi nilai yang berguna. Ada tiga lokasi diantaranya cafe rungkun di daerah setrasari, banyu Leisure dan gedung parkir. Ini terus kita gali aset yang kosong agar dimanfaatkan dan mempunyai nilai ekonomi maupun sosial yang baik. Kita fokus hal hal sifatnya positif untuk memberikan dampak yang baik"jelas Sonny.

Lanjutnya, sekitar 150 aset yang dimiliki PDAM, dirinya akan coba mengoptimalkan aset tersebut untuk memiliki nilai ekonomi maupun sosial.

"Macam macam lahan PDAM itu, ada di kota dan kabupaten, dari yang 100 m, sampe berhektar- hektar. Namun kendalanya yaitu pengelolaan aset, tempat dan ruang tertentu. Kedepannya kita terus mengkaji sehingga tempat yang kosong bisa bermanfaat," pungkasnya.