ODED SALAMI KELUARGA BESAR PAHLAWAN NASIONAL

Monday, 13 Nov 2017
Oleh: miftah
Dibaca 27 kali
 | Sumber: Bagian Humas Setda Kota Bandung

Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyalami keluarga Pahlawan Nasional pada rangkaian Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-72 tingkat Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (10/11/2017). Hal itu merupakan wujud dari penghormatan Oded kepada mereka yang telah berjuang bagi bangsa ini.

Keluarga Pahlawan Nasional yang hadir antara lain Keluarga Besar R. Otto Iskandardinata, Keluarga Besar Abdul Moeis, dan Keluarga Besar Dewi Sartika. Ketiga Pahlawan Nasional tersebut memiliki keterikatan dengan Kota Bandung.

Otto Iskandardinata, yang dijuluki Si Jalak Harupat. Otto adalah putra Sunda yang pada masa penjajahan Jepang menjadi pemimpin Surat Kabar Tjahaja (1942-1945). Ia juga menjadi bagian dari BPUPKI dan PPKI, serta berperan besar dalam usaha kemerdekaan Indonesia. Setelah masa kemerdekaan, Otto menjabat sebagai Menteri Negara pada kabinet pertama Republik Indonesia. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 6 November 1973. Namanya diabadikan menjadi nama jalan di kota-kota besar di Indonesia.

Demikian pula dengan Dewi Sartika yang baktinya dalam memajukan bangsa tak perlu diragukan lagi. Dewi Sartika menjadi wanita pertama yang memelopori pendidikan bagi kaum wanita. Ia mendirikan Sekolah Kautamaan Istri di Kota Bandung. Pada tanggal 1 Desember 1966 namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Lain halnya dengan Abdul Moeis. Meskipun lahir di Agam, Sumatera Barat, ia merupakan tokoh nasional dalam bidang kesusastraan yang banyak berkarya di Bandung. Ia juga banyak membela Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Ia meninggal di Bandung dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra. Hingga kini, keluarga besarnya masih tinggal di Sukajadi, Kota Bandung.

Oded berharap dengan peringatan Hari Pahlawan ke-72, generasi muda hari ini tetap mengingat dan meneladani jasa-jasa para pahlawan. Sebab, tidak ada hari ini tanpa perjuangan mereka di masa lalu.

Perjuangan hari ini, menurut Oded, bukanlah mengangkat senjata seperti masa-masa prakemerdekaan dulu, melainkan berjuang untuk terus membangun Indonesia yang lebih baik. Oded ingin agar jiwa kepahlawanan itu terus hadir sehingga negeri ini terus maju dan mampu sejajar dengan bangsa lain di dunia.

“Sesungguhnya Indonesia dengan khazanah yang luar biasa, beragam suku bangsa, agama, yang sangat majemuk ini. Saya berharap dengan semangat kepahlawanan tadi bisa membangun sebuah kesatuan sehingga Indonesia kalau kuat, kata Bung Karno, bisa menghadapi tantangan dan bersaing dengan negara lain,” ucap Oded.

Bagi Oded, hal konkret yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan adalah berkarya dan berinovasi. “Kita harus terus melakukan pembangunan yang kreatif dan inovatif. Jika tidak, kita bisa tertinggal,” katanya.

Sebagai seorang wakil rakyat, ia juga terus berupaya berbuat yang terbaik bagi warganya. Menurut dia, seorang pejabat publik harus berbuat berdasarkan nalar sehat dan nurani yang bersih.

“Ketika itu terjadi saya yakin negara ini akan kembali jaya. Tapi kalau sudah daya nalarnya tidak baik dan berpenyakit, pasti ita akan terperosok pada keterpurukan,” pungkasnya.