POSYANDU MULTIFUNGSI DI KOTA BANDUNG

Monday, 13 Nov 2017
Oleh: miftah
Dibaca 102 kali
 | Sumber: Bagian Humas Setda Kota Bandung

Masih dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-53, Pemerintah Kota Bandung menggelar Temu Kader Posyandu se-Kota Bandung tahun 2017 di Sasana Budaya Ganesa, Jl. Tamansari Bandung, Senin (13/11/2017).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 2.000 kader posyandu tersebut dirangkaikan dengan peluncuran program Kredit Bangun Keluarga Sejahtera (Bagja) dan pemberian hadiah kepada Juara Lomba Posyandu dan Olimpiade Kader Posyandu Tingkat Kota Bandung tahun 2017.

Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menjelaskan, kredit Bagja ini adalah upaya kerja sama antara BPR Kota Bandung dan para kader Posyandu untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Polanya hampir sama dengan Kredit Melati atau Kredit Mesra, yakni pemberian kredit mikro untuk warga kota, hanya saja produk ini dipromosikan oleh para kader Posyandu. 

"Kita coba sejahterakan warga Bandung ini dengan mempenetrasi, mulai dari kredit Melati, kredit Mesra, dan kredit Bagja juga, di mana tempat mengkampanyekannya di Posyandu," jelas Ridwan.

Hadirnya kredit Bagja itu melengkapi fungsi Posyandu di Kota Bandung yang memang didesain untuk menjadi wadah multifungsi. Tidak hanya sekadar mengecek timbangan bayi tiap bulan, tetapi ada fungsi lain yang dioptimalkan.

"Kita gunakan pos-pos pelayanan multifungsi. Jadi posyandu itu sudah tidak eksklusif lagi hanya urusan nimbang badan bayi," lanjutnya.

Menurutnya, sayang sekali jika jaringan Posyandu di Kota Bandung yang jumlahnya 1978 unit itu hanya memiliki sedikit fungsi. Pemerintah Kota Bandung meningkatkan fungsi Posyandu juga untuk menangani urusan sosial lainnya.

"Saya bangkitkan semangatnya agar posyandu bisa mengurusi macam-macam: bayinya, ibunya, lansianya, termasuk mempromosikan kebangkitan ekonomi dengan kredit Bagja. Itu yang kita sebut dengan posyandu multifungsi," tegasnya.

Ketua Pokjanal Posyandu Kota Bandung Yossi Irianto menambahkan, upaya optimalisasi fungsi Posyandu juga dibarengi dengan sejumlah inovasi lain. Beberapa inovasi dari Bandung telah diakui dan mendapat apresiasi hingga ke tingkat nasional.

Yossi menyebutkan program Ojek Makanan Balita (Omaba) yang masuk ke dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Dalam Negeri. Ada pula aplikasi e-Posyandu yang bisa memonitor berat badan bayi se-Kota Bandung.

Beberapa Posyandu juga memiliki inovasi Pospati, atau Posyandu Patroli Kebersihan yang membuat para kader memiliki peran dalam menjaga lingkungan sekitar. Pada tahun 2016, Kota Bandung mendapat anugerah Revitalisasi Posyandu Terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat.

Puncaknya, Posyandu Wijayakusumah di Kelurahan Sekeloa, Kec. Coblong, tahun ini berhasil menyabet Pakarti Pertama Posyandu Terbaik tingkat Nasional.

"Itu menunjukkan bahwa langkah-langkah yang dilakukan telah berada pada jalur yang benar," sambung Yossi.

Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas jasa yang diberikan oleh para kader Posyandu se-Kota Bandung. Sebab, merekalah yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

"Para kader dengan tekun dan sungguh-sungguh meluangkan waktu untuk berbuat kebaikan, menjadi pilar utama kesehatan ibu dan anak, serta kesejahteraan keluarga. Bekerja tanpa pamrih berjuang untuk masyarakat," tandas Yossi.