ODED AJAK GENERASI MILLENIAL BICARA SOAL KORUPSI

Monday, 04 Dec 2017
Oleh: miftah
Dibaca 53 kali
 | Sumber: Bagian Humas Setda Kota Bandung

Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menekankan pada generasi muda bahwa korupsi adalah bahaya laten yang harus diperangi. Hal itu disampaikannya kepada 56 pelajar SMA se-Indonesia dalam acara pembukaan Anti-Corruption Youth Camp 2017 di Gedung Serba Guna Balai Kota Bandung, Senin (4/12/2017).

Korupsi, menurut Oded, adalah hal yang berbahaya. Kehadirannya bisa merusak tatanan negara, menghancurkan kepercayaan rakyat terhadap penyelenggaraan negara, juga menghambat pembangunan nasional.

“Oleh karena itu kita patut memiliki rasa tanggung jawab bersama, seluruh komponen bangsa utk melakukan upaya utk memberantas praktik korupsi,” ucapnya.

Acara yang mengangkat tema “Ngomongin Korupsi sama Millenials” itu dihadiri oleh 56 pelajar SMA se-Indonesia. Mereka terpilih melalui serangkaian seleksi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama berbagai komunitas dan Pemerintah Kota Bandung.

Mereka akan diberi bekal tentang bagaimana menjadi warga negara yang bisa memerangi korupsi lewat cara-cara yang cerdas. Salah satunya adalah dengan membuat konten positif dan memanfaatkan teknologi inormasi untuk menyebarluaskannya.

“Saya mengapresiasi acara ini. Acara ini luar biasa, menghadirkan generasi muda yang akan menjadi penerus kita di masa mendatang. Semoga, generasi nanti bisa menghindari praktik korupsi, terlebih lagi akan menjadi penerus pembangunan,” katanya.

Anak-anak muda dipilih sebagai peserta sebab mereka dinilai sebagai sasaran yang tepat untuk bisa menyampaikan nilai-nilai perubahan. Generasi muda merupakan kelompok usia paling aktif dalam menggunakan teknologi informasi, khususnya media sosial. Dengan demikian, mereka mampu menyebarkan informasi-informasi positif tentang upaca pemberantasan korupsi.

Penyelenggara memberikan berbagai kegiatan, seperti diskusi publik, coaching clinic tentang isu anti-korupsi, coaching clinic tentang mebuatan konten positif, kunjungan eduwisata ke kampong kreatif Dago Pojok, hingga seminar dan melakukan Diskusi Terpumpun (Focus Group discussion). Mereka akan berada di Bandung hingga tanggal 10 Desember mendatang.

Kepada para peserta, Oded berpesan agar selain melakukan tindakan pencegahan dengan teknologi, tetapi juga memperkuat pembangunan mental.

“Secanggih apapun alat yang kita hadirkan, bila mental masyarakat belum baik maka saya yakin akan ada upaya untuk menyiasati,” ungkapnya. Sebaliknya, bila pembangunan infrastruktur pencegahan korupsi sejalan dengan pembangunan mental dan spiritual, maka ia optimis suatu hari Indonesia bisa terbebas dari korupsi.