ANUGERAH BUDAYA KOTA BANDUNG 2017

Monday, 04 Dec 2017
Oleh: miftah
Dibaca 52 kali
 | Sumber: Bagian Humas Setda Kota Bandung

Pelestarian dan pengembangan budaya merupakan konsekuensi yang nyata dari proses perubahan sosial. Budaya merupakan ekspresi identitas yang dimiliki setiap masyarakat maupun wilayah. Maka dari itu ciri khas tersebut harus terus di lestarikan demi budaya yang terus terjaga.

Hal tersebut dikemukakan oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil pada acara Anugerah Budaya Kota Bandung, di The Papandayan Hotel (30/11/2017).

Ridwan menyampaikan, dunia saat ini makin ekstrim, salah satu dampak yaitu budaya hampir hilang dengan gaya hidup sekarang ini yang semakin berbeda. Maka dari itu sebagai orang Bandung yang mayoritas berbudaya Sunda, dirinya mengajak agar tetap konsisten dan menjaga budaya.

Salah satu mempertahankan budaya Sunda menurutnya dengan melestarikan dan mengembangkan nilai nilai estetis dan mendekatkan masyarakat dengan kearifan lokal.

Lanjutnya, setiap hari kota Bandung identik dengan Rebo Nyunda, kebiasaan hari tersebut dengan menggunakan pakaian Sunda dan berkomunikasi dengan bahasa Sunda. Hal tersebut memberikan kekuatan bahwa budaya Sunda di kota Bandung masih terjaga dan dilestarikan oleh masyarakat.

"Jadi jaman modern ini kita tidak boleh lupa dengan budaya, maka dari itu saya biasakan setiap Rabu gunakan pangsi, dan untuk wanita menggunakan kebaya, itu merupakan salah satu melestarikan budaya Sunda,", ujar Ridwan.

Lanjutnya, budaya Sunda itu memiliki nilai kesetiakawanan sosial dan berempati. Hal ini membuktikan bahwa budaya bisa gotong royong dan saling membantu satu sama lain.

"Intinya, mari terus lestarikan budaya agar memperkuat identitas dan jati diri bangsa,"tegas Ridwan.

Dirinya berharap, untuk acara Anugerah Budaya Kota Bandung tahun ini dapat memacu budayawan tetap produktif, baik dalam konteks pelestarian nilai nilai budaya daerah turut memajukan lingkungan seni budaya maupun membantu membentuk karakter bangsa.

"Saya yakin nilai nilai kearifan budaya merupakan kehidupan masyarakat yang berkarakter,", tutur Ridwan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menyampaikan, penyelenggaraan Anugerah Budaya Kota Bandung, telah berlangsung sejak tahun 2006. Acara tersebut selain digagas oleh Disbudpar Kota Bandung, juga digagas oleh BACC (Bandung Art & Council Culture).

Walaupun mengalami beberapa pasang surut. Menurut Kenny Acara Anugerah tersebut dari tahun ke tahun  mengalami peningkatan khususnya dalam hal apresiasi dari pemerintah kota.

"Akan tetapi dari apresiasi tersebut sesungguhnya nilai yang lebih penting yaitu pengabdian, kesetiaan dan kreativitas para penerima anugerah dalam bidang nya masing masing,", tuturnya.

Ditambahkan Kenny, penerima anugerah tahun ini dipersembahkan kepada 15 orang dari berbagai aspek kebudayaan, baik perorangan maupun lembaga atau organisasi.

Dirinya berharap, acara tersebut bisa meningkatkan kreativitas setiap budayawan sehingga nilai budaya Sundah khususnya di Bandung tetap terjaga.

Selain itu Kenny pun mengucapkan terima kasih kepada para budayawan atas karya dan jasanya yang telah mengharumkan Kota Bandung.

"Terima kasih dan tetap semangat, terus lestarikan budaya,"pungkasnya.