THAT’S.ID BANDUNG INNOVATION FESTIVAL 2017 DIHADIRI WALI KOTA BANDUNG

Monday, 04 Dec 2017
Oleh: miftah
Dibaca 50 kali
 | Sumber: Bagian Humas Setda Kota Bandung

Puncak acara That’s.ID Bandung Innovation Festival digelar di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Bandung, Sabtu (02/12/2017). Ratusan anak muda datang meramaikan festival inovasi urang Bandung itu, yang dilaksanakan selama dua hari, tanggal 1-2 Desember 2017. Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil turut hadir menjadi salah satu narasumber.

Pada paparannya, Ridwan menekankan pentingnya inovasi dalam membangun sebuah peradaban. Setiap gagasan yang muncul dari warga bisa turut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kota yang selalu dinamis, terutama Kota Bandung yang jumlah penduduknya terus bertambah.

Over-population ini nyata memberikan dampak luar biasa pada kehidupan perkotaan sebab semua orang akan berebut sumber daya, baik air, tanah, kesehatan, pelayanan publik, dan sebagainya. Dengan begitu, perlu serangkaian upaya strategis agar kebutuhan itu bisa terpenuhi secara sistematis. Langkah itu bisa diperoleh dari inovasi.

Inovasi, menurut Ridwan, adalah solusi untuk memecahkan berbagai masalah. Tanpanya, sebuah peradaban hanya akan jalan di tempat, sementara permasalahan selalu bertambah rumit.

“Kemajuan sebuah bangsa salah satu ukurannya seberapa banyak inovasi yang dihasilkan. Indonesia jangan selalu menjadi bangsa besar tetapi hanya menjadi bangsa pembeli atau pengguna, tapi jadilah bangsa besar, bangsa yang bisa memproduksi dan bangsa yang bisa berinovasi,” katanya.

Inovasi itu perlu dipicu kemunculannya melalui berbagai mekanisme untuk mengasah gagasan. Bandung Innovation Festival, bagi Ridwan, adalah bentuk nyata proses pengumpulan dan inkubasi ide dari warga.

“Menjadi inovasi nggak bisa disulap, harus diproses salah satu prosesnya adalah dibuat sistem kompetisi seperti Andai Aku Wali Kota, yang menghasilkan inovasi-inovasi, dibikin seperti ini, karena biasanya orang kreatif kalau berkumpul dengan orang kreatif akan menghasilkan gagasan,” imbuhnya.

Ia juga menuntut agar anak muda selalu menjadi yang terdepan dalam menciptakan inovasi-inovasi itu. Jangan sampai, tipe penduduk yang persentasenya lebih dari 50% itu menjadi beban negara. Sebaliknya, anak mudah harus menjadi katalisator perubahan.

Ia sangat berharap bahwa innovator-inovator yang hadir bisa terus berkontruibusi bagi kebahagiaan negeri. “Mudah-mudahan suatu hari kita menjadi bangsa yang besar karena menghasilkan karya-karya yang bermanfaat buat masyarakat,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Ridwan juga membagikan hadiah secara simbolis kepada para pemenang kontes inovasi “Andai Aku Jadi Wali kota” tahun 2017. Tahun ini, lomba tersebut dibagi menjadi 3 termin tiap bidang, yakni transportasi, kewirausahaan, dan pengurangan angka kemiskinan.

Di termin pertama, sebanyak 80 ide tentang transportasi dicetuskan oleh para peserta. Ide tersebut lalu disaring menjadi 10 besar. Mereka lalu diseleksi sehingga menjadi pemenang pertama-kedua, dan ketiga.

Pemenang pertama muncul dengan gagasan berjudul E-Bike as A Support of Integrated Transport. Ia mengajukan sepeda listrik sebagai transportasi pendukung transportasi publik untuk membantu pengguna mencapai tempat-temat yang tidak terjangkau, seperti gang atau ke dalam komplek yang tidak dilalui kendaraan umum. Ide ini dicetuskan oleh Aldilah Fazy.

Juara kedua diraih oleh Indra Nugrohowati dengan ide Bandung Travel Pass (BTP). BTP ini dibuat untuk mendukung sektor pariwisata Kota Bandung. Ia mengusulkan pembuatan transportasi umum rute wisata dan pembuatan kartu travel pass sebagai metode pembayaran mereka selama perjalanan menggnakan transportasi wisata tersebut.

Sementara itu, juara ketiga dimenangkan oleh Iman Soeherman dengan ide Lampu Lalu Lintas Portable. Lampu lalu lintas tersebut bisa dipindahkan sesuai dengan kebutuhan. Kelebihannya, rambu lalu lintas itu bisa berkomunikasi tanpa kabel, beroperasi secara berdiri sendiri (stand alone), dan memiliki fitur cerdas sehingga mudah dioperasikan.

Menurut Direktur Hyve Digi Indonesia Irma Malibari, para pemenang diseleksi oleh para pakar di bidang inovasi transportasi. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan juga turut andil menentukan pemenang, sebab salah satu gagasan terpilih akan diimplementasikan oleh pemerintah kota.

“Ada empat kriteria pemenang, yaitu feasibility, artinya inovasi itu nggak bisa sembarangan, harus bisa diimplementasikan. Lalu ada tingkat inovasi, kreativitas, dan originalitas,” tutur Irma.

Ia lalu berterima kasih kepada Bandung yang telah menjadi sumber inspirasi bagi terselenggaranya acara ini. “Bandung itu sangat inovatif dan kreatif. Banyak ide-ide start up yang sukses dari Bandung. Itulah kenapa kami pilih Bandung untuk menyelenggarakan event ini,” pungkasnya.