ATM BERAS MESJID NURUL HIDAYAH ARCAMANIK PATUT DIJADIKAN TELADAN

Tuesday, 02 Jan 2018
Oleh: miftah
Dibaca 108 kali
 | Sumber: Bagian Humas Setda Kota Bandung

Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil meresmikan ATM Beras DKM Mesjid Nurul Hidayah, RW 01, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Minggu (31/12/17) usai melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di Mesjid tersebut.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan kartu ATM Beras kepada empat (4) orang mustahik dan langsung dicoba di tap untuk mengeluarkan berasnya.

Menurut ketua DKM (Dewan Kemakmuran Mesjid) Nurul Hidayah Halim Sulasmono ATM  beras tersebut seperti ATM (Anjungan Tunai Mandiri) uang, dimana dalam ATM tersebut telah terisi beras yang dapat dikeluarkan setiap kali di tap menggunakan kartu ATM beras.

"Untuk mengisi mesin ATM ini DKM menerima sumbangan dari warga yang mampu, mereka menyumbang dalam bentuk uang yang nantinya akan di belikan beras, atau juga ada yang menyumbang langsung dalam bentuk beras," ujarnya.

Karena setiap kali di tap mesin ATM beras tersebut hanya mengeluarkan dua (2) liter, menurut Halim, maka program ATM beras tersebut dinamakan Program "Subuh Dua Liter".

"Sampai saat ini, penerima beras yang ada tercatat mencapai lima puluh orang yang tersebar di RW 01, mereka hanya bisa mengambil sekali dalam seminggu, tetapi syaratnya Sholat Subuh dulu di mesjid ini," jelasnya.

Usai meresmikan ATM beras, Wali Kota Bandung merasa gembira dengan inovasi yang dilakukan oleh DKM Masjid Nurul Hidayah.

"Saya senang mendengar ada inovasi-inovasi di mesjid seperti ini," ucap Ridwan.

Ridwan juga berniat untuk memperbanyak program seperti ini pada mesjid-mesjid di Kota Bandung apabila program ini berhasil.

"Kalau berhasil di Mesjid Nurul Hidayah ini, kami siapkan anggaran untuk menduplikasi program ini ke masjid-masjid di Kota Bandung," kata Ridwan.

Sementara itu salah seorang  penerima ATM beras Ade Aman (50), yang merupakan seorang petugas keamanan di RW 01 Kelurahan Cisaranten Endah mengaku senang dengan adanya bantuan tersebut, karena bisa meringankan keperluan keluarganya.

"Alhamdulillah seneng, kalau bisa kedepannya bisa ditambah lagi (bantuannya)," pungkas Aman  yang telah mengabdi selama hampir 15 tahun menjadi petugas keamanan.