Tahun 2019, Anggaran PIPPK untuk RW Dinaikkan Dua Kali Lipat

Thursday, 13 Sep 2018
Oleh: Zalfa
Dibaca 77 kali
 | Sumber: Bagian Humas Setda kota Bandung

Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Bandung, Oded M. Danial memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Camat, Rabu (12/9/2018), di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum. Pada kesempatan itu, Ia menyampaikan rencana memberikan anggaran ekstra Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK), khusus untuk RW.

"Penambahan anggaran rencananya dilakukan pada 2019 mendatang, dari semula Rp100 juta menjadi Rp200 juta per RW," kata Mang Oded, sapaan akrab Oded M. Danial di sela-sela rapim.

Menurut Mang Oded, penambahan anggaran RW melalui PIPPK bertujuan untuk memberdayakan RW di setiap wilayah dalam melaksanakan pembangunan. Para camat ditugaskan untuk membuat konsep teknis demi memudahkan pelaksanaan pembangunan yang memberdayakan RW.

“PIPPK ini banyak aspirasi dan harapan masyarakat. Kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bagian Pemerintahan serta seluruh camat, buatlah konsep teknis untuk memudahkan para ketua RW," katanya.

Mang Oded mengungkapkan, PIPPK akan dijalankan dengan sistem swakelola. Ia percaya, swakelola mampu memberikan efisiensi waktu dan lebih produktif dalam pemberdayaan masyarakat.

“Karena kalau masih dengan pihak ketiga, berarti judulnya harus diganti hanya PIP saja. Kan kita punya PIPPK, sehingga aspek dimensi pemberdayaan harus terwujud," katanya.

Apabila setiap RW sudah menerima anggaran Rp200 juta, maka anggaran yang lain dihilangkan. Kalau sistemnya berjalan bagus, Mang Oded yakin, akan lebih efisien dan lebih produktif.

Selain meningkatkan anggaran, Mang Oded pun akan memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berprestasi. “Saya akan memberikan penghargaan kepada masyarakat. Tentu jika ingin dapat penghargaan, harus ada seleksinya, ada pertandingannya dan perlombaannya. Ini harus dilakukan di masyarakat," tambahnya.

Mang Oded pun mengungkapkan rencananya membuat program untuk menghadirkan masyarakat yang unggul dengan mengedepankan "gerakan".

“Program itu harus dalam bentuk gerakan. Ini jadi indikator. Misalnya gerakan Bebersih Bandung, gerakan menghormati waktu, ada gerakan lagi misalnya juga gerakan taat aturan dan beretika, seperti ini kita akan berikan kepada masyarakat," paparnya.